BIOETANOL

Etanol (disebut juga etil-alkohol atau alkohol saja), adalah alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sifatnya yang tidak beracun bahan ini banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan dan minuman. Etanol tidak berwarna dan tidak berasa tapi memilki bau yang khas. Bahan ini dapat memabukkan jika diminum. Etanol sering ditulis dengan rumus EtOH. Rumus molekul etanol adalah C2H5OH atau rumus empiris C2H6O.
Etanol dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk mobil, baik sendiri (E100) dalam mesin khusus atau sebagai tambahan bensin untuk mesin bensin.
Etanol dapat dicampur dengan bensin dalam kuantitas yang bervariasi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak bumi, dan juga untuk mengurangi polusi udara. Bahan bakar tersebut dikenal di AS sebagai gasohol d`n di Brasil sebagai bensin tipe C. Dua campuran umum di AS adalah E10 dan E85 yang mengandung 10% dan 85% etanol. Sedangkan campuran yang umum di Brasil adalah bensin tipe C dan jenis oktan tinggi, yang mengandung 20-25% ethanol.
BIOETHANOL DARI UBI KAYU
Proses pembuatan alkohol dari ubi kayu
(disunting dari Prihandana, Rama dkk , Bioetanol Ubi Kayu , Bahan Bakar Masa Depan)
Secara garis besar ada 4 langkah proses pembuatan bioetanol dengan menggunakan ubi kayu
  1. Mengubah zat pati dalam ubi kayu menjadi zat gula (hidrolisis)
  2. mengubah gula (glukosa) menjadi etanol (fermentasi)
  3. Destilasi, Pemurnian etanol hasil fermentasi menjadi etanol dengan kadar 95-96%.
  4. Proses dehidrasi , penghilangan air sehingga kadar etanol meningkat menjadi 99,5%.

Teknis pembuatan setanol dengan bahan ubi kayu.
  1. Kupas ubi kayu segar sebanyak 50kg. Cuci dan giling.
  2. Saring hasil gilingan untuk memperoleh bubur ubi kayu.
  3. Tambahkan air 40-50 lt, aduk sambil dipanasi.
  4. Tambahkan 1,5 ml enzym alfa-amilase. Panaskan selama 30-60 menit pada suhu 90 derajat Celcius. (hidrolisis)
  5. Dinginkan hingga suhu mencapai 55-60 derajat Celcius selama 3 jam , lalu dinginkan hingga suhu dibawah 35 C . Gunakan alat penukar panas (Heat exchanger) untuk mempercepat proses pendinginan.
  6. Tambahkan 1 g ragi roti ,ure 65 g dan NPK 14 g . Biarkan selama 72 jam dalam keadaan tertutup , tetapi tidak rapat agar gas karbondioksida yang terbentuk bisa keluar. Fermentasi yang berhasil ditandai dari aroma berupa tape , suara gelembung gas yang naik keatas , dan keasaman (PH) diatas 4. (fermentasi)
  7. Pindahkan cairan yang mengandung 7-9% bioetanol itu kedalam drum lain yang didesain sebagai penguap (evaporator).
  8. Gunakan destilator , panaskan cairan bioetanol tersebut pada suhu 79C. Kontrol suhu dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu mengatur aliran air refluks dalam alat destilasi atau dengan mengatur api kompor.(destilasi)
  9. Fraksi bioetanol 90-95% akan berhenti mengalir secara perlahan


0 Response to "BIOETANOL"

Post a Comment