PERANGKAT BTS


Kita sering mendengar kata  BTS, baik itu dari ucapan seseorang atau dari media. Media massa misalnya paling sering menayangkan berita tentang keberadaan BTS di area pemukiman mendapat banyak protes dari warga sekitar, ataukah beritanya mengenai Menara/Tower BTS yang bisa menjadi salah satu sarana seorang frustasi untuk melakukan aksi bunuh diri dengan memanjati Tower BTS tsb. dan terjun bebas ke bawah.


Sebenarnya BTS (Base Transceiver Station) bila ditinjau dari segi Arsitektur sebuah Sistem jaringan Selular adalah salah satu SubSistemnya, berfungsi sebagai pemancar dan penerima yang memberikan pelayanan langsung ke Mobile Station / Handphone. Atau merupakan perangkat interface antara Mobile Station dan MSC (Mobile Switching Centre).

Perangkat yang ada pada sebuah BTS
1. Rectifier 
Rectifier sebagai penyearah tegangan dari tegangan AC yang berasal dari PLN dikonversikan ke dalam tegangan searah untuk di komsumsi perangkat lainnya. Salah satunya merk PowerOne, terdapat 6 buah modul, yang tiap2 modulnya mensuplai 30 Ampere, karena minimal pemakaian perangkat adalah 45 Ampere, maka paling tidak modul yang berfungsi sejumlah 3 buah modul (60 A). 
Biasanya Untuk BTS hanya dibutuhkan tegangan DC sebesar +27 Vdc atau -48 Vdc. 

2. Perangkat BTS Untuk GSM ada 2 buah system, yaitu 900Mhz dan 1800Mhz. Dalam sebuah BTS bisa dipasang 900Mhz saja atau dua-duanya. Telkomsel, Indosat, XL, HCPT (3), dan AXIS menggunakan ini. 
Sedangkan untuk CDMA biasanya cuma satu saja yaitu CDMA2000-1X, atau CDMA EVDO, bekerja pada frekuensi 800Mhz digunakan oleh Telkom Flexy, Esia, Mobile–8, sedangkan untuk frekuensi 1900Mhz , saat ini digunakan oleh Smart Telecom. 
Salah satunya merk nokia, beroperasi pada frekuensi 900 GHz terdapat 6 modul utama
a. PWSB : Power suplai independen perangkat GSM/BTS
b. BB2F : BaseBand/pengatur slot trafik pada bts
c. WCGA : Combiner antara transmiter ke DVJA
d. TSGB : TRX unit,menentukan kanal frekuensi
e. DVJA : Duplexer/output semua sektor, sebagai pemisah antara transmiter dengan receiver
f. M2LA : Sebagai combiner receiver ke DVJA
g. BOIA : Prosesor BTS (bentuk sama dengan BB2F, namun memiliki port penghubung untuk maintenance)

3. Baterei Sebagai backup power ke BTS apabila PLN Padam. Biasanya bisa bertahan sampai 3-4 Jam, tergantung dari Ampere Hour baterei dan Designnya systemnya.

4. Microwave system terdiri atas Indoor unit dan Outdoor unit. Indoor unit berada di dalam shelter memiliki port E1 yang dikoneksikan ke Port E1 BTS melalui DDF. Indoor unit juga mendapat suplai tegangan DC dari rectifier yang sama. Sedangkan Outdoor Unit menempel pada Antenna Microwave. Indoor Unit dan Outdoor unit terhubung menggunakan Coaxial Cable.

5. Antena Sectoral
berbentuk persegi panjang, terpasang pada tower dengan ketinggian tertentu berfungsi sebagai penghubung antara BTS dan HandPhone, ada dua type antenna sectoral, yaitu Monotype, biasa dipakai untuk daerah Rural dan Sub Urban dan Dual type untuk daerah Urban (daerah yg padat penduduk).

6. Antenna Microwave
bentuknya seperti genderang rebana yang menerima atau memancarkan gelombang radio dari BTS ke BSC atau dari BTS ke BTS lainnya.

7. Feeder
sekilas nampak seperti kabel besar, sebagai media rambatan gelombang radio antara BTS dan Antenna Sector. Ukuran ada yang 7/8, 1-5/8 atau ½.

8. Tower 
beserta system pentanahannya; 
Sebagai media penempatan/penginstalan antenna antenna dan feeder.

9. Shelter
berada di samping tower, tempat untuk menyimpan equipment (No.1 – 6).
Satu lagi, Site Guard atau landlord, orang yang bertugas merawat dan membersihkan lokasi BTS. Hehehe. 


0 Response to "PERANGKAT BTS"

Post a Comment